Isnin, Januari 17, 2011

Dakwah - Kebijaksanaan Dan Hikmah


Seorang pelajar madrasah tergesa-gesa ingin pulang ke kampungnya.
"Di kampung saya muncul seorang guru yang sesat yang telah mempengaruhi saudara dan teman-teman saya. Saya perlu pulang segera untuk mencegah kemungkaran!"
Sabar dulu. Aku ingin mengajarmu sedikit lagi tentang hikmah,"kata gurunya.
Tak sempat. Saya perlu cepat!" Si pelajar segera bergegas pulang ke kampungnya.
Di sana dilihatnya guru yang sesat itu sedang mengajar.
"Aku ahli syurga. Aku nampak syurga dengan mata kepalaku. Sesiapa yang mengikut ajaranku akan masuk ke syurga. Kamu harus berbakti kepadaku dengan menyerahkan segala harta dan tenagamu." Begitulah kata-kata guru yang sesat itu.
Apalagi, dia pun berteriak dengan lantang, "Kamu sesat! Tiada siapapun yang akan selamat jika mengikut ajaranmu!"
"Berani kamu membantah kata-kata ahli syurga! Wahai pengikut-pengikutku, ajar pemuda yang kurang ajar ini!"perintah guru itu kepada para pengikutnya.
Para pengikut guru yang sesat itu segera bertindak. Mereka menumbuk, menampar dan menendang si pemuda yang berani mengecam guru mereka.
Dengan tubuh dan muka yang berlumuran darah dan tangan yang patah, pelajar itu kembali ke madrasah pengajiannya.
"Aku dipukul oleh pengikut setia ajaran sesat" adu pelajar itu kepada gurunya.
"Dalam usaha mencegah kemungkaran, kita bukan sahaja perlukan keberanian tetapi ilmu serta kebijaksanaan. Mari kita berangkat ke sana!"
Sesampai sahaja di sana mereka terus ke tempat guru sesat itu mengajar.
"Saya ahli syurga. Saya boleh beri jaminan bahawa sesiapa yang sayang dan berbakti kepada saya akan masuk syurga.Sebelum bertaubat kepada Allah, kamu wajib bertaubat kepada saya," kata guru sesat itu menjalankan diayahnya.
"Ya, tuan memang ahli syurga," tiba-tiba suara guru pelajar itu kedengaran dari belakang.
Para pengikut guru yang sesat itu berpaling . Mereka melihat seorang lelaki yang belum mereka kenali mengucapkan perkataan itu.
Si guru tersenyum smbil berkata ,"Saya datang dari jauh untuk bertemu dengan ahli syurga. Guru di tempat saya berpesan , apabila datang bertemu tuan, tidak cukup kita menyerahkan harta dan memberikan tenaga kepada tuan, tetapi mesti mengambil cenderahati sebagai bukti kecintaan kepada tuan!"
"Bukti kecintaan kepada saya? Silakan ," kata guru sesat itu dengan senang hati.
" Guru saya berpesan, jika hendak masuk syurga bersama tuan, hendaklah ada pada kami mana-mana bahagian tubuh tuan sebagai berkat."
Sebaik sahaja berkata demikian, dia terus meluru ke hadapan dan menarik janggut guru sesat itu sambil berkata, "Ayuh , saudara-saudara! Mari kita cabut sebarang bulu pada kulit tuan guru kita sebagai bekalan menuju ke syurga!"
Mendengar seruan itu , semua pengikut yang taksub itu meluru dan menerpa guru mereka. Ada yang mencabut rambut, mencabut bulu rambut, mencabut bulu dada, bulu ketiak dan bermacam-macam lagi.
"Aduh! Aduh! Sakit! Sakit!" jerit guru sesat itu. Tetapi orang ramai tidak peduli. Mereka ingin masuk syurga. Dagu dan kepala guru sesat itu luka-luka. Darah mengalir. Badannya dihenyak.
"Jangan! Jangan! Aku bukan ahli syurga ! Jangan cabut bulu-buluku! Aku sakit! Aku sakit"jeritnya.
"Dengar tu saudara-saudaraku! Semua itu tipuan belaka. Dia manusia biasa macam kita juga.
Syurga diraih dengan ketaatan yang ikhlas pada Allah. Jangan bertuhankan manusia!" kata si guru kepada pengikut-pengikut guru sesat itu.
Sambil merenung pelajarnya , dia bertanya, "Sekarang kau mengerti?"
"Ya, sekarang saya mengerti apa itu hikmah!"

Dalam berdakwah kebenaran perlu disepadukan dengan kebijaksanaan... Tanpa kebijaksanaan , kebenaran sering ditolak...

Who we are a buzzard, a bat or a bee?


If you put a buzzard in a pen six or eight feet square and entirely open at the top, the bird, in spite of his ability to fly, will be an absolute prisoner. The reason is that a buzzard always begins a flight from the ground with a run of ten or twelve feet. Without space to run, as is his habit, he will not even attempt to fly, but will remain a prisoner for life in a small jail with no top.

The ordinary bat that flies around at night, a remarkable nimble creature in the air, cannot take off from a level place. If it is placed on the floor or flat ground, all it can do is shuffle about helplessly and, no doubt, painfully, until it reaches some slight elevation from which it can throw itself into the air. Then, at once, it takes off like a flash.

A Bumblebee if dropped into an open tumbler will be there until it dies, unless it is taken out. It never sees the means of escape at the top, but persists in trying to find some way out through the sides near the bottom. It will seek a way where none exists, until it completely destroys itself.

In many ways, there are lots of people like the buzzard, the bat and the bee. They are struggling about with all their problems and frustrations, not realizing that the answer is right there above them.

Eagle in the STORM


Did you know that an eagle knows when a storm is approaching long before it breaks?

The eagle will fly to some high spot and wait for the winds to come. When the storm hits, it sets its wings so that the wind will pick it up and lift it above the storm. While the storm rages below, the eagle is soaring above it.

The eagle does not escape the storm. It simply uses the storm to lift it higher. It rises on the winds that bring the storm.

When the storms of life come upon us - and all of us will experience them - we can rise above them by setting our minds and our belief toward Allah. The storms do not have to overcome us. We can allow Allah's power to lift us above them.

Allah enables us to ride the winds of the storm that bring sickness, tragedy, failure and disappointment in our lives. We can soar above the storm.

Remember, it is not the burdens of life that weigh us down, it is how we handle them.

Khamis, Januari 13, 2011

Building Your House


An elderly carpenter was ready to retire. He told his employer-contractor of his plans to leave the house-building business to live a more leisurely life with his wife and enjoy his extended family. He would miss the paycheck each week, but he wanted to retire. They could get by.

The contractor was sorry to see his good worker go & asked if he could build just one more house as a personal favor. The carpenter said yes, but over time it was easy to see that his heart was not in his work. He resorted to shoddy workmanship and used inferior materials. It was an unfortunate way to end a dedicated career.

When the carpenter finished his work, his employer came to inspect the house. Then he handed the front-door key to the carpenter and said, "This is your house... my gift to you."

The carpenter was shocked!

What a shame! If he had only known he was building his own house, he would have done it all so differently.

So it is with us. We build our lives, a day at a time, often putting less than our best into the building. Then, with a shock, we realize we have to live in the house we have built. If we could do it over, we would do it much differently.

But, you cannot go back. You are the carpenter, and every day you hammer a nail, place a board, or erect a wall. Someone once said, "Life is a do-it-yourself project." Your attitude, and the choices you make today, help build the "house" you will live in tomorrow. Therefore, Build wisely!

Selasa, Januari 11, 2011

ECHO


A son and his father were walking on the mountains.suddenly, his son falls, hurts himself and screams: " Aaahhhhhhhhhhh!!!" to his surprise, he hears the voice repeating, somewhere in the mountain: "Aaahhhhhhhhhhh!!!" curious, he yells: "who are you?" he receives the answer: "who are you?" and then he screams to the mountain: "i admire you!"
the voice answers: "i admire you!"
Angered at the response, he screams: "coward!"
He receives the answer: "coward!"
He looks to his father and asks:"What's going on?"
The father smiles and says: "My son, pay attention."
Again the man screams: "You are a champion!"
The voice answers: "You are a champion!"
The boy is surprised, but does not understand.
Then the father explains: "People call this echo, but really this is life.
It gives you back everything you say or do.
Our life is simply a reflection of our actions.
If you want more love in the world, create more love in your heart.
If you want more competence in your team, improve your competence.
This relationship applies to everything, in all aspects of life;
Life will give you back everything you have given to it."
Your life is not a coincidence. it's a reflection of you! "

Jumaat, Januari 07, 2011

Musibah itu Nikmat

Pasrah. Redha. Ungkapan mudah menyerah diri 'Konon' nya bersetuju dengan segala ketentuan yang ditetapkan ke atas kita.

Soalnya apakah kiuta sebenarnya menyerah diri atau menyerah kalah...?!

Redha Dan Pasrah Dalam Mengahdapai Ketentuannya.

          الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون
Al-Baqarah ayat 156.
Sungguh jelas didikan tarbiyah direct dari ALLAH kepada kita hamba yang LEMAH. Jelas ALLAH mengajar kita agar menerima segala yang telah ditentukan seterusnya dilaksanakan ke atas kita. Sunguh segala itu telah ALLAH tetapkan buat kita sejak azali, sebelum dilahirkan! 

"Dah takdir! InsyaALLAH ade hikmahnya" ungkapan retorik dalam kalangan kita.

Soal hikmah adalah sesuatu yang akan menyusul kemudiannya. Hakikat persoalan pokoknya ialah sejauh mana kita memandang MUSIBAH yang menimpa itu sebagai 'HADIAH' from the most begining. Umpama keyakinan terhadap hikmah itu telah muncul dalam sanubari pada detik awal ditimpa musibah.

Bersabar. Mencari ketenangan apabila ditimpa musibah. Kita masih belum memandang nye sebagai satu HIKMAH!

Ujian Dan Musibah Ditadah Dalam Kesyukuran
          Ayuh kita melonjak kita dimensi paradigma berbeza. 

"Kenapa salah ke saya bersabar apabila ditimpa Ujian?"  Bukan salah, Tapi kan Nabi Muhammad S.A.W mengajak kita untuk berhijrah.

Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: “kami beriman”, sedang mereka tidak diuji? [Al-Ankabut 29: 2] 

Persoalan yang sengaja ALLAH lontarkan untuk kita berfikir. Disebalik Ujian yang ALLAH kurniakan itu jelas sekali ALLAH ingin mengangkat martabat kita. Martabat? Ya! Sebagai seorang Muslim kepada seorang mukmin. 

Bukankah Nabi pernah bersabda " Iman itu bertambah dan berkurang"

Maka ujian,yang kita diskusikan sebagai musibah di awal tadi ALLAH kurniakan kepada kita sebagai satu HADIAH. Hadiah kenaikan pangkat.  Ujian yang datang itu tuntasnya adalah satu "wake up call!" kepada kita. Sedarlah! Iman kita perlu di top up. Denagn hotlink..? Celcom? Tidak... Salah satu nya ialah ujian dari ALLAH!

Maka berSYUKUR lah dengan ujian yang dikirimkan... Bersyukurlah di saat pertama Musibah itu menjengah!

-edited from Bicara Mujahid-

Khamis, Januari 06, 2011

A Box Of Kisses


The story goes that some time ago, a man punished his 3-year-old daughter for wasting a roll of gold wrapping paper. Money was tight and he became infuriated when the child tried to decorate a box to put under the Christmas tree. Nevertheless, the little girl brought the gift to her father the next morning and said, "This is for you, Daddy."

The man was embarrassed by his earlier overreaction, but his anger flared again when he found out the box was empty. He yelled at her, stating, "Don't you know, when you give someone a present, there is supposed to be something inside? The little girl looked up at him with tears in her eyes and cried, "Oh, Daddy, it's not empty at all. I blew kisses into the box. They're all for you, Daddy."

The father was crushed. He put his arms around his little girl, and he begged for her forgiveness.

Only a short time later, an accident took the life of the child. It is also told that her father kept that gold box by his bed for many years and, whenever he was discouraged, he would take out an imaginary kiss and remember the love of the child who had put it there.

In a very real sense, each one of us, as humans beings, have been given a gold container filled with unconditional love and kisses... from Allah, parents, family members, friends and teachers. There is simply no other possession, anyone could hold, more precious than this.

Rabu, Januari 05, 2011

Cara Khusyuk Dalam Solat


Lima Perkara Utama Mencapai Khusyuk

Al Tafahhum: Memahamkan semua bacaan di dalam solat dan menghayati maknanya.

Al Takzim: Merasakan kebesaran Allah seolah-olah anda berada di hadapan-Nya.

Al Haybah: Menghadirkan rasa gerun terhadap kekuasaan Allah, dengan demikian rasa hebat terhadap Allah akan dapat dihasilkan.

Ar Rajak: Mengharapkan rahmat Allah dengan sepenuh harapan bahawa ibadat anda akan diterima

Al Hayak: Berasa malu kepada Allah kerana kecuaian dalam mengotakan janji kita terhadap -Nya dan kekurangan kita dalam melakukan ibadat terhadap- Nya

KAEDAH LUARAN

  • Menggunakan sejadah yang tidak terlalu banyak gambar yang mengkhayalkan pemikiran.
  • Mengurangkan pergerakan anggota-anggota seperti tangan, kaki dan tumpukan mata ke tempat sujud
  • Ditegah bersolat dengan pakaian yang ada gambar, berwarna warni, bertulis, lukisan dan lain2
  • Mengambil wuduk dengan tenang dan sempurna
  • Membaca isti'azah dalam hati ketika terasa minda tidak fokus kepada solat
  • Jangan solat dalam keadaan terlalu lapar, ingin membuang air kecil atau besar
  • Meletakkan sutrah penghadang di hadapan tempat solat agar tiada org yg lalu lalang di hadapan
  • Mendirikan sembahyang pada awal waktu supaya tidak gopoh ketika masa hampir luput
  • Mendirikan sembahyang secara berjamaah
  • Azan dan iqamat terlebih dahulu walaupun mendirikan sembahyang bersendirian ataupun sekurang kurangnya iqamat sahaja
  • Jauhi daripada solat di tempat yang bising dan hingar bingar
  • Menjaga mata daripada melihat perkara yang terlarang oleh Islam

KAEDAH DALAMAN

  • Lazimkan bertaubat sekerap yang mampu. Sebaik - baiknya sebelum tidur bagi membersihkan hati daripada kotoran dosa.
  • Agar pemikiran tidak liar, sebelum solat lintaskan kematian seakan- akan amat hampir dengan kita, serta menganggap solat tersebut merupakan solat terakhir dan perlulah dijadikan yg terbaik.
  • Membaca dengan baik ( husnul qari'ah), berusaha untuk memahami, mengerti bacaan dalam solat termasuk ayat - ayat al Quran yang dibacakan itu terutamanya al Fatihah, gerakan dan maknanya.
  • Mempelajari tatacara solat berasaskan dalil dan pandangan ulama' agar kita dapat merasakan hampirnya kita dengan Nabi dan dapat merasakan kesempurnaan solat.
  • Menghadirkan rasa sedang berhadapan dengan Tuhan sekalian alam iaitu Allah S.W.T dan Allah sedang memperhatikan seluruh gerak- geri hati luaran solat kita.
  • Timbulkan rasa malu (al Haya') terhadap Allah S.W.T rasa takut (khauf) terhadap azab Allah yang pedih.
  • Kumpulkan fikiran kita kepada dosa-dosa yang kita lakukan, walaupun ia dilakukan sewaktu kecil, hinakan diri di hadapan Allah, rasakan kita tidak layak sama sekali untuk ke syurga. Insya Allah ia mampu menitiskan air mata jika dibuat dalam keadaan yg hening dan penuh penghayatan.
  • Berharap serta yakin (optimis) Allah menerima solat dan amal kita.
  • Hati diajak hadir/ ikut. Kehadiran hati dalam solat iaitu mengosongkan hati daripada segala urusan yang boleh menggangu dan yang tidak berkaitan dengan solat.

Ahad, Januari 02, 2011

When Sadness Pay A Visit


Life is not a bed of roses or sun shines everyday. Most of us have our own sad days. We become sad for many reasons.

Let me quote these famous words of the Sufi:

"Allah swt puts turbulence in our heart so that our nearness to Him remains forever."

Al-Ankabut, Ayat 2


"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman” , sedang mereka tidak diuji lagi?"

“janganlah kamu terlalu bersedih kerana apa yg telah ditakdirkan pasti akan berlaku dan rezeki yg telah ditentukan untukmu pasti akan datang..”

-Hadith

".......... Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.


Surah Al Baqarah ayat 216


" Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."

Surah Al Insyirah ayat 5 &6


Bacalah : Do’a Ketika Sedih

“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”


Hakikatnya disebalik kesedihan itu pasti ada hikmah yang terselindung yang mungkin kita tak dapat ungkapkan sekarang tapi satu hari nanti. Carilah hikmah bagi setiap apa yang berlaku supaya kita sentiasa bersyukur.



Sama-samalah kita mengamalkannya. Insya-ALLAH


Selasa, Disember 07, 2010

Buat Para Nuqaba' SEPINTAR



BUAT PARA NUQABA’ SEPINTAR YANG DIKASIHI...pesanan daripada Ustazah

"Islam, the way of life",bukan sekadar agama yang cenderung dalam soal ibadah semata-mata, bahkan ajaran yang dibawa oleh manusia sesempurna Muhammad S.A.W ini merangkumi segala aspek kehidupan. Cukup untuk membuktikan, bahawa Islam inilah agama benar daripada Allah S.W.T. Malang sungguh, terdapat ramai lagi manusia yang menafikannya. Astagfirullah! Sekarang tugas utama adalah menepis arus kebejatan sifat agama yang sering melanda. Para daie dan pemimpin Islam perlu peka dan harus menyediakan aset yang berkualiti dalam meneraju dunia Islam masa hadapan. Maka para naqib dan naqibah antara yang diberi taklifan menggalas amanah mulia ini.

Persediaan Nuqaba’

Tanggungjawab yang dipikul bukan satu bentuk bebanan, tapi satu peluang bagi masa yang ada sekarang ini untuk kita meraih pahala dalam menyeru manusia menegakkan Islam di persada dunia. Ingatlah ketika Ayat CintaNya mengingatkan “Kamu adalah ummat terbaik yang dikeluarkan untuk ummat manusia, kamu menyeru kearah kebaikan dan mencegah kemungkaran dan kamu beriman kepada Allah” 3:110 .Sebelum kita membentuk anak didik kita, sebaiknya kita lengkapi diri kita terlebih dahulu. Rasulullah S.A.W adalah model terbaik untuk dicontohi. Antara sifat baginda:

*Siddiq(Benar)
Dalam setiap tutur kata Rasulullah S.A.W dipelihara daripada menyampaikan sesuatu yang bersifat pembohongan. Dari sifat yang mulia ini, masyarakat menggelarkan diri Rasulullah S.A.W sebagai Al-Amin. Kepercayaan yang ditaruhkan kepada Muhammad S.A.W membuahkan pengaruh dalam gaya kehidupan masyarakat. Oleh kerana itu tatkala Muhammad S.A.W sedang menyampaikan risalah agung dari ilahi ramai yang terkesan, kecuali mereka yang sombong dan hanya mengikut hawa nafsu semata-mata.

*Amanah(Bertanggungjawab) 
Rasa amanah inilah sumber kelangsungan proses dakwah yang berterusan. Tanpa rasa bertanggungjawab pada amanah yang dipikul, kerja yang dijalankan hanyalah dengan sambil lewa dan lalai. Rasulullah S.A.W bersikap optimis dalam kerja dakwah dan sentiasa memberi tarbiyah kepada sahabat-sahabat baginda. Dengan rasa tanggungjawab juga Rasulullah S.A.W sentiasa berdoa mengharapkan pertolongan Allah serta berfikir bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan masalah ummah.

*Tabligh(Menyampaikan)
Sabda Rasulullah S.A.W "Sampaikanlah daripadaku walaupun satu ayat"
Segala ilmu yang kita tahu hendaklah kita sampaikan dan ajaklah bersama-sama untuk diamalkan. Kerna ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Jangan takut atau kedekut untuk berkongsi ilmu demi kejayaan ummat. Insyaallah sekiranya ilmu itu diamalkan kita akan mendapat saham pahala yang berlipat kali ganda..Dengan tiga sifat inilah Rasulullah S.A.W mentarbiyah dan mendidik para sahabat hingga menjadi pemimpin hebat. Contohnya seperti era Khulafa' Ar-Rasyidin. Hasil daripada kajian dan penelitian para ulama' dalam ribuan sahabat Rasulullah S.A.W terdapat pula 6 sifat yang sentiasa wujud dalam diri mereka hasil pentarbiyahan Rasulullah S.A.W. Maka para naqib naqibah hendaklah mempunyai 6 sifat ini dan mesti perlu disematkan dalam diri anak didik sekalian agar mereka menjadi bayang-bayang para sahabat menongkah arus kefasikan dan kemaksiatan dengan hati yang cekal dan pemikiran yang kritis menyusuri zaman.

*Usaha dakwah atas hakikat Kalimah Syahadah(Akidah)
*Usaha dakwah atas solat khusyuk dan khuduk(Amal Soleh)
*Usaha dakwah atas dasar ilmu dan zikir(Ketaqwaan)
*Usaha dakwah atas ikramul muslimin(Akhlak Mulia)
*Usaha dakwah atas Ikhlas niat(Keyakinan)
*Usaha dakwah atas dakwah dan tabligh(Amar Makruf Nahi Mungkar)

6 aspek harus ditekankan ini bagi membina peribadi muslim terpuji ini. 6 aspek ini juga penting bagi memperteguhkan jati diri remaja. Para naqib naqibah pula perlu menyediakan method yang sesuai dalam membentangkan 6 sifat ini. Perlu bijak dikaitkan dengan isu semasa, tazkirah, hadith, ayat al-quran, persoalan mencabar dan lain-lain lagi. Diharapkan semua mampu memimpin dan mengorak langkah baru demi Islam tercinta.

SALAM MA'AL HIJRAH DAN SELAMAT BERJUANG DEMI ISLAM TERCINTA!
BUAT PARA NUQABA’ SEPINTAR YANG DIKASIHI...