Isnin, Februari 15, 2010

hadith2 dha'if & palsu tentang kelebihan membaca surah yaasiin[1]

Assalamualaikum…………….

Pada kali ini saya akan berkongsi dengan anda semua mengenai beberapa hadith yang bertaraf dha’if dan maudhu’ berdasarkan beberapa kitab yang ditulis oleh para ulama’ hadith.


Hadits 1

مَنْ قَرَأ يَسٍ فِيْ لَيْلَةٍ أَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ

“Barang siapa yang membaca surat Yaasiin dalam satu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya.”

Riwayat Ibnul Jauzi dalam al-Maudhu’at (I/247)

Hadits ini adalah hadits Maudhu’.

Takhrij :
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ibnul Jauzi berkata : “Hadits ini dari semua thuruq-nya adalah bathil, tidak ada asalnya.” Imam ad-Daruquthni berkata : “Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits.”

Rujukan :
Al-Maudhu’at oleh Ibnul Jauzi (I/246-247), Mizaanul I’tidal (III/549), Lisaanul Mizaan (V/168), al-Fawaa-idul Majmu’ah fii Ahaaditsil Maudhu’ah (hal. 286 no. 944)


Hadits 2

مَنْ قَرَأَ يَسٍ فِيْ لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهَ اللهِ غُفِرَ لَهُ

“Barang siapa membaca surat Yaasiin pada malam hari karena mengharap keridhaan Allah, niscaya Allah ampuni dosanya.”

Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Ausaath dan al-Mu’jamush Shaaghir.

Hadits ini adalah hadits Dha’if.

Takhrij :
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, tetapi di dalam sanadnya ada Aghlab bin Tamiim. Imam Bukhari berkata: “Ia adalah munkarul hadits.” Ibnu Ma’in berkata: “Ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat).”

Rujukan :
Mizaanul I’tidal (I/273-274) dan Lisaanul Mizaan (I/464-465)


Hadits 3

مَنْ قَرَأَيَسٍ فِيْ لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ فِيْ تِلْكَ اللَّيْلَةِ

“Barang siapa membaca surat Yaasiin pada malam hari karena mengharap keridhaan Allah, maka ia akan diampuni dosanya pada malam itu.”

Hadits ini adalah hadits Dha’if.

Takhrij :
Diriwayatkan oleh Imam ad-Darimi dari jalan Walid bin Syuja’, ayahku (Syuja’) telah menceritakan kepadaku, Ziyad bin Khaitsamah telah menceritakan kepadaku, dari Muhammad bin Juhadah dari al-Hasan, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. [Sunan ad-Darimi (II/457)]
Hadits ini diriwayatkan juga oleh al-Baihaqi, Abu Nu’aim dan al-Khatib, dari jalan al-hasan, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
Hadits ini Munqathi’, karena dalam semua sanadnya terdapat al-Hasan bin Yasar al-Bashriy, ia tidak mendengar riwayat ini dari Abu Hurairah.
Imam adz-Dzahabi berkata : “Al-Hasan tidak mendengar dari Abu Hurairah, maka semua hadits-hadits yang ia riwayatkan dari Abu Hurairah termasuk daru jumlah hadits-hadits munqathi’.

Rujukan :
Mizaanul I’tidal (I/527 no. 1968), al-Fawaa-idul Majmu’ah (hal. 269 no. 945) tahqiq oleh Syaikh ‘Abdurrahman al-Mu’allimy.


Hadits 4


مَنْ دَاوَمَ عَلَى قِرَاءَةِ يَسٍ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ ثُمَّ مَاتَ، مَاتَ شَهِيْدًا

“Barang siapa terus-menerus membaca surat Yaasiin pada setiap malam kemudian dia mati, maka ia mati syahid.”

Hadits ini adalah hadits Maudhu’.

Takhrij :
Hadits ini diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mu’jamush Shaghir, dari Shahabat Anas radhiyallahu ‘anhu, tetapi di dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa al-Azdiy, ia seorang tukang dusta dan ia dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits.

Rujukan :
Tuhfatul Dzakirin (hal. 340), Mizaanul I’tidal (II/159-160), Lisaanul Mizaan (III/44-45)


Hadits 5

مَنْ قَرَأَيَسٍ فِيْ صَدْرِ النَّهَارِ قُضِيَتْ حَوَا ئِجُهُ

“Barang siapa membaca surat Yaasiin pada permulaan siang (pagi hari), maka terpenuhi semua hajatnya.”

Hadits ini adalah hadits Dha’if.

Takhrij :
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam ad-Darimi dari jalan Walid bin Syuja’, telah menceritakan kepadaku Ziyad bin Khaitsamah, dari Muhammad bin Juhadah, dari ‘Atha’ bin Abi Rabah, ia berkata : “Telah sampai kepadaku bahwasanya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallaam bersabda…”
Hadits ini mursal, karena ‘Atha’ bin Abi Rabah tidak bertemu dengan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallaam, ia lahir kurang lebih tahun 24 Hijriyah dan wafat tahun 114 Hijriyah.

Rujukan :
Sunan ad-Darimi (II/457), Misykaatul Mashaabih (takhrij no. 2177), Mizaanul I’tidal (III/70) dan Taqribut Tahdzib (II/22)


Hadits 6

مَنْ قَرَأَيَسٍ مَرَّةً فَـكَـأَنَّمَـا قَرَأَ الْقُرْاَنَ مَرَّتَيْنِ

“Barang siapa membaca surat Yaasiin satu kali seolah-olah ia telah membaca al-Qur’an dua kali.”

Riwayat al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman.

Hadits ini adalah hadits Maudhu’.

Rujukan :
Dha’if Jami’ush Shaghir (no. 5789) dan Silsilah Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah (no. 4636) oleh al-Hafidz asy-Syaikh al-Albani.


Hadits 7

مَنْ قَرَأَ يَسٍ مَرَّةً فَـكَـأَ نَّمَا قَرَأَالْقُرَاَنَ عَشْرَ مَرَّابٍ

“Barang siapa membaca surat Yaasiin satu kali seolah-olah ia telah membaca al-Qur’an sepuluh kali.”

Riwayat al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Hadits ini adalah hadits Maudhu’.

Rujukan :
Dha’if Jami’ush Shaghir (no. 5798) oleh al-Hafidz asy-Syaikh al-Albani.


Hadits 8

إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْاَنِ يَسٍ، وَمَنْ قَرَأَيَسٍ كَتَبَ اللهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْاَنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ

“Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) al-Qur’an itu ialah surat Yaasiin. Barang siapa yang membacanya, maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca al-Qur’an sepuluh kali.”

Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2887) dan ad-Darimi (II/456), dari jalan Humaid bin ‘Abdurrahman, dari al-Hasan bin Shalih, dari Harun Abu Muhammad dari Muqatil bin Hayyan (yang benar adalah Muqatil bin Sulaiman) dari Qatadah dari Anas secara marfu’.

Hadits ini hadits Maudhu'.

Takhrij :
Di dalam isnad hadits ini terdapat dua rawi yang dha’if, yaitu Harun Abu Muhammad dan Muqatil bin Hayyan. Harun Abu Muhammad adalah seorang yang majhul (tidak dikenal riwayat hidupnya). Imam adz-Dzahabi berkata: “Aku menuduhnya majhul.” [Mizaanul I’tidal IV/288). Sedangkan Muqatil bin Hayyan adalah seorang yang dha’if. Ibnu Ma’in berkata : “Dha’if.” Dan Imam Ahmad bin Hanbal berkata : “Aku tidak peduli kepada Muqatil bin Hayyan dan Muqatil bin Sulaiman.” [Lihat Mizaanul I’tidal IV/171-172)
Imam Ibnu Abi Hatim berkata dalam kitabnya al-‘Ilal (II/55-56): “Aku pernah bertanya kepada ayahku tentang hadits ini. Jawabnya : ‘Muqatil yang ada dalam sanad hadits ini adalah Muqatil bin Sulaiman, aku mendapati hadits ini di awal kitab yang disusun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits bathil, tidak ada asalnya.’” [Lihat Silsilah Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah hal. 312-313 no. 169]. Imam adz-Dzahabi juga membenarkan bahwa Muqatil dalam hadits ini adalah Muqatil bin Sulaiman. [Lihat Mizaanul I’tidal IV/172]. Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata : “Apabila sudah jelas bahwa Muqatil yang dimaksud adalah Muqatil bin Sulaiman, sebagaimana yang sudah dinyatakan oleh Imam Abu Hatim dan diakui oleh Imam adz-Dzahabi, maka hadits ini Maudhu’. [Silsilah Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah hal. 313-314 no. 169]. Kata Imam Waqi’: “Muqatil bin Sulaiman adalah kadzdzab/pendusta.” Kata Imam an-Nasa’i: “Muqatil bin Sulaiman sering dusta.” [Mizaanul I’tidal IV/173].


Hadits 9

مَنْ قَرَأَيَسٍ حِيْنَ يُصْبِحُ يُسِرَيَوْ مُهُ حَتَّى يُمْسِيَ، وَمَنْ قَرَأَهَا فِيْ صَدْرِ لَيْلَةٍ أُعْطِيَ
يُسْرَ لَيْلَتِةِ حَتَّى يُصْبِحَ

“Barang siapa baca surat Yaasiin di pagi hari, maka akan dimudahkan urusan hari itu sampai sore. Dan barang siapa membacanya di awal malam (sore hari), maka akan diberi kemudahan urusan malam itu sampai pagi.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam ad-Darimi (II/457)

Hadits ini adalah hadits Dha’if.

Takhrij :
Hadits ini diriwayatkan dari jalan Amr bin Zararah, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wahhab, telah menceritakan kepada kami Rasyid Abu Muhammad al-Himani, dari Syahr bin Hausyab, ia berkata : “Ibnu ‘Abbas telah menceritakan…”
Dalam sanad hadits ini ada seorang rawi yang bernama Syahr bin Hausyab. Ibnu Hajar : “Ia banyak memursal-kan hadits dan banyak keliru.” [Taqriibut Tahdziib I/423 no. 2841, Mizaanul I’tidal II/283]. Al-Mujaddid asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullahu Ta’ala berkata : “Syahr bin Hausyab lemah dan tidak boleh dipakai sebagai hujjah, karena banyak salahnya.” [Silsilah Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah jilid I hal. 426]
Hadits ini juga merupakan hadits Mauquf.


Ahad, Februari 14, 2010

Renungan........


Berjalanlah dengan penuh harapan walau hidup ini tak selalu bahagia,

Sedekahlah satu senyuman walau di hatimu tak mampu bertahan,

Belajarlah memaafkan walau dirimu terluka,

Berhentilah memberi alasan walau ingin menyatakan kebenaran,

Hiduplah dalam IMAN walau hari dipenuhi dugaan,

Dan berpegangglah pada ALLAH walau dia tak kelihatan,

Bukti kasihNYA kita wujud di dunia pinjaman ini,

Ada sebab apabila berlaku sesuatu perkara dan yakinlah ALLAH menguji setiap hambaNYA yang mengakui KEIMANAN kepadaNYA,

Jangan terlalu banyak berkhayal untuk jadi yang terbaik kerana hidup tak semudah itu,

Perihal kehidupan sebagai cermin dalam menilai sebuah pengabdian yang hakiki lagi abadi,

Moga lelahmu dihargai ILAHI walau dicemuh insani.

SAMA - SAMA KITA MENJADI DARI MENCARI......

Renungan bersama.......................
Farhana

Arab jahiliyah lebih baik





gambar semperna perayaan velentine.ini gambar semperna hari kekasih.maka selamat hari sekular bagi siapa yg menyambutnya.





Assalamualaikum salam satu malaysia.
baru baru ini masyarakat kite dikejutkan dangan kes pembunagan bayi yg amat parah berikutan dengan berlakunya 4 kes dalam seminggu.

sedara dan sedari,
ini baru kes yg dilaporkan oleh media yg telus ini,belum lagi kes kes yang lain yang sama sekali tidak dilaporkan.amatlah runtun perasaan penulis bahkan rakyat semalaysia jua kerana sifat tidak serupa manusia ala ala lagi teruk dari minatang ini menimpa naseb bangsa melayu sendiri.

tujahnya,berlaku hal demikian kerane ALQURAN ASUUNAH tak lagi menjadi pegangan kite sejagat.

amatlah beruntung dan meruntun dihati kita bersama kerana telah ditempatkan di sekolah yang misi nya ALQURAN ASSUNNAH panduan hidup abadi.

ah sudah.cakap banyak pun tak guna,perkara ini akan terus terjadi dan terjadi,dan terus terjadi sekali lagi,erm pandangan sayalah kalau tak cakap,apalagi kita nak buat?

nak cekik semua org suruh ikut panduan tuhan?

sudahlah.

sedih sangat saye,apabila saya mudah untuk membanndiangkan secara i'llah perlakuan masyarakat kita hari ini adelah lebih zolim dari arab jahiliayah.

ditunding jua pada diri ini dan rakan sejagat sekalian.bagaimana runtunnya akhlak masyarakat kite,bagaimana peranan kita selaku pemuda ISLAM yg memiliki ilmu dan akal yg sihat?

perbandingan i'llah.

kalau dituruti faktanya arab jahiliyah dahulu membunuh anak perempuan dikebumi dan ditanam dan diquburkan meskipun secara hidup hidup.

faktanya kini,pembunuhan bayi lelaki dan perempuan,tidaklah sebaik arab jahiliyah yg menanam.tapi,tempat bersemadinya bayi bayi melayu ini adalah di mangkuk jamban,tongsampah sarap yg dibakar,dan dihurung semut.
yang baik sedikit,di letakkan ubat semut,dan diletakkan di hadapan masjid.mati tanpa dikebumikan.

haaa
saje saye beri tatap gambar2 dahulu agar mati nafsu seketika tiada selera sementara.bagaimana keadaan anda?

bagaimana ye hendak kita hapus kejadian sedemikan rupe?
anda dah belajar PAI,PSI PQS boleh fikir sendiri lah weh.
bahawasanya penyelamat kita adelah islam dan siapa yg menyimpang di jalan islam maka inilah solution nye.

berikutan hal ini kita sama sekali barangkali mengaduh dan melupai.kita.
mengaduh,
"kesiannya bayi itu..."
dan lupa...kemudian hadir lagi kes yang baru..
kemudian "kesihannya bayi itu..."
dan berlakunya perlakuan yg sama tanpa selesai.

pemikiran makhluq akhir zaman ini semakin liar membeku tiadanya jalan penyelesaian kerana barah sekularisme.

pernah terfikir tak.
saya bukan hendak menyalahkan pihak media,dan televisyen,namun begitulah fokusnya.boleh dikatakan bahawa semua rakyat malaysia menonton televisyen.dan mempercayai bulat2 dan menerima bulat bulat adalah sebahagian daripadanya.
bagaimana fokusnya media kita menayangkan ajakan2 hendonisma(hiburan melampau) sekularisme(pemisahan agama dgn kehidupan).
apabila fokusnya kita terhadap hiburan tak tentu hala ini,kes ini akan meningkat.setuju tak setuju bergantung kepada penilayan akal anda.

reasearch and development,
research lah kajilah punca permasahalahan dan jalan penyelesaian yg terbaik.kumpulkan segala cerdik pandai malaysia.negara kita jua mempunyai ramai prof2 DR2 yg hebat2.beri mereka peluang untuk mengupas dan membuat jalan penyelaesaian atau development.inikan mengikut piawaian akal kecil saya,seakan2 cendiakawan kini kerjanya mengajar saja,namun kita kena peka bahawa perlunya golongan akedemik merangsang sesuatu untuk masyarakat.di pertontonkan kepada media sejagat.

amatlah sedih seandainya ada yg beranggapan tiada lagi jalan menyelesaian sedangkan usaha menghilangkan atau mengurangkan hendonisma atau sekularisme tiadalah respon pulak.

respon anda?


ada jalan penyelesaian.sekecil2 burung pipit pun ada usaha untuk memadam api jalut dgn mengunakan paruh sedang api membakar tubuh Ibrahim sebesar bukit.sedang ibrahim dalam aman..inikan pula kita bersama yg tiada daya dan kuasa.jua para ilmuan ber phd phd doktor2.mahupun nadi malaysia pemerintah.

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan
dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak digunakan
untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata tetapi
tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan
mereka mempunyai telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka
lebih sesat. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (al-A’raf: 179)

Bagi orang-orang yang hati mereka telah dikuasai oleh kelalaian,
mereka mempunyai mata namun mereka tidak melihat dengan mata itu,
mereka mempunyai telinga namun mereka tidak dapat mendengar dengan
telinganya, dan mereka mempunyai hati namun mereka tidak memahami
dengan hatinya, mereka itulah yang disifatkan menguasai cirri-ciri
sebagai binatang. Mereka juga digambarkan lebih sesat, lebih teruk
dari sifat-sifat binatang.

apalah nasib menimpa bangsa dan agamaku sedang yg lain sibuk dgn keseronokan.......

Sabtu, Februari 13, 2010

CARTA ORGANISASI BADAN DAKWAH DAN ROHANI SEPINTAR 2010
PENAUNG
Puan Hjh Senaini Bt Long
GURU PENASIHAT
Puan Hjh Maimunah Bt Ismail
SETIAUSAHA
En Kosim B Abd Ghani
AHLI JAWATANKUASA GURU
En Faradin B Ibrahim
Puan Habsah Bt Shafi'e
Puan Sharipah Mariah Bt Syed Hussin
Puan Khadijah Bt Ahmad Mazlan
Puan Kasmawati Bt Harun
Puan Nurul Izzan Bt Mat Jusoh
Puan Norrahila Bt Hj Salleh
.................AHLI MAJLIS TERTINGGI PELAJAR..................
PENGERUSI
Ahmad Noor Fikri Bin Zainol
TIMBALAN PENGERUSI
Nor Farhana Atiqah Bt Mohd Haizal
NAIB PENGERUSI 1
Muhammad Afiq Bin Husni
NAIB PENGERUSI 2
Nur Atiqah Husna Bt Jalaludin
SETIAUSAHA
Amirul Azmeer Bin Asmadi
Hayatun Syamilah Bt Muhamad Jamil
BENDAHARI
Muhammad Husaini Bin Muhammad Rafi
Aimi Syahira Bt Azhar
LAJNAH PENGURUSAN DAN AKTIVITI MASJID
Mohammad Wafiy Bin Abdul Wahab
Wan Syaza Syahirah Bt Wan Mohamad Nizam
Aina Farzana Bt Azman
LAJNAH TAZKIRAH DAN CERAMAH
Muhammad Bukhari B Saripudin
Dzatul Helmi Bt Shaharudin
Ana Syahmi Bt Mohd Sahri
LAJNAH SKUAD SOLAT
Mohammad Naqiyuddin B Norrodin
Norfarah Aini Bt Mohd Zaini
Muhammad Shauqil Amin B Sanusi
Nurul Husna Bt Mat Jani
LAJNAH EKONOMI
Muhammad Fauzan B Masri
Nurul Hidayah Bt Jamaluddin
Wan Muhd Wafi B Wan Anwar
LAJNAH MULTIMEDIA DAN PENERBITAN
Abu Dzar B Mohd Safwan
Siti 'Aisyah Bt Nawawi
LAJNAH USRAH DAN PROGRAM DISKUSI UMMAH
Ahmad Faris B Sahak
Siti Sabarina Bt Abdul Halim
LAJNAH HAL EHWAL MUSLIMIN(HELMIN)/MUSLIMAT(HELMAT)
Muhammad Ridhwan B Mohd Rashid
Wan Ayuni Diyanah Bt Meor Mohd. Shariffudin
LAJNAH TAMRIN DAN TARBIAH
Muhammad Ayub B Muhd Husni
Nur Syahidah Bt Shaari

SOLAT oh SOLAT.....

Assalamualaikum....ana berhasrat untuk berkongsi ilmu dengan antum sekalian....... hayatilah hadis ini.......... Rasulullah pernah bersabda yang bermksud "sesungguhnya amal yang mula-mula sekali dihisab pada hari kiamat adalah SOLAT seseorang. Jika solatnya diterima maka sesungguhnya beruntunglah dan berjayalah dia dan jika solatnya tidak diterima maka kecewa dan rugilah dia. Jika terkurang daripada solat fardunya Allah berfirman: "Periksalah , adakah hamba-Ku itu mempunyai solat sunat untuk dicukupkan dengannya apa yang terkurang daripada solat fardunya? Demikianlah keadaan amalnya yang lain"-hadis riwayat at Tirmizi.
Sebagaimana yang antum sedia maklum, seorang muslim yang mukmin tidak akan cuai dalam melaksanakan ibadah solat fardu sehariannya sebaliknya dia akan menjaga solatnya seperti dia menjaga nyawanya seperti menjaga waktu,mematuhi tertib solat di samping mengerjakan ibadat yang termampu olehnya.Sesungguhnya jika solat yang dikerjakannya dengan sempurna maka ia dapat mencegah kemungkaran sebaliknya bagi mereka yang mengerjakan ibadah secara sambil lewa tidak dapat merasai ketenangan dan ketakwaan sebenar kepada Allah. Kesannya, jika antum sedar, akan berlakulah gejala maksiat secara terbuka tanpa segan silu sekalipun individu yang terlibat adalah mereka yang mengerjakan solatnya,puasa dan amalan wajib yang lain.
Oleh itu, ana ingin menyeru kepada antum sekalian yang masih dikurniakan hidayah oleh Allah untuk menjadi hamba-Nya, marilah kita sama-sama merapatkan saf dan merebut peluang untuk mengerjakan amalan kebaikan. hayatilah kata-kata ini.. " BERUSAHALAH UNTUK DUNIAMU SEOLAH-OLAH ENGKAU HIDUP UNTUK SELAMA-LAMANYA, DAN BERAMALLLAH UNTUK AKHIRATMU SEOLAH-OLAH ENGKAU AKAN MATI ESOK HARI."..

Ucapan Perdana Pengerusi BADAR 2010

Assalamualaikum w.b.t.....

Alhamdulillah,pertama kalinya ingin saya memanjatkan seinfiniti kesyukuran yakni kesyukuran tidak terhingga kepada Allah S.W.T kerana dengan limpah kurnianya saya masih dikurniakan dengan dua nikmat yang bagi saya cukup besar iaitu nikmat Iman dan Islam.Seterusnya,saya juga ingin mengucapkan selamat datang kepada semua pengunjung blog ini termasuk diri saya sendiri kerana saya sendiri akui bahawa saya baru sahaja berkecimpung dalam dunia blog ini..

...............Ahlan Wasahlan Wa Marhaban..................................................

Muslimin - muslimat yang saya hormati sekalian,
ingin saya sentuh sedikit sebanyak tentang perkataan "DAKWAH".Ramai di antara kita sering terdengar dan mengungkap perkataan ini yang hanya terdiri daripada enam huruf tersebut,tetapi persoalannya,sejauh manakah penghayatan dan pengimplementasian kita sebagai umat Rasulullah S.A.W terhadap perkataan ini?...Jadi sempena tahun yang baru ini dengan semangat yang baru,saya ingin memperbetulkan sedikit persepsi kita terhadap perkataan ini.Ramai di antara kita ( pelajar sekolah),apabila terdengar sahaja perkataan "DAKWAH" , pasti akan terlintas di fikiran kita satu istilah iaitu "BADAR"(Badan Dakwah dan Rohani).Hal ini seolah-olah menunjukkan bahawa tanggungjawab untuk berdakwah hanya terletak kepada BADAR sahaja.Persepsi yang telah dicetuskan ini ternyata salah 100%,tiada kompromi.Hal ini kerana dalam Al-Quran,Allah telah berfirman melalui Surah Ali-Imran,ayat 110 mafhumnya.....

"Kamu adalah sebaik-baik umat(umat Rasulullah S.A.W) yang dilahirkan untuk umat manusia untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah daripada kemungkaran(amar ma'ruf nahi munkar) serta beriman kepada Allah......"

Melalui ayat ini,kita dapat lihat sendiri bahawa Allah menegaskan tanggungjawab untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah daripada kemungkaran terletak kepada umat Rasulullah S.A.W.Apabila dikatakan umat,kita perlu mengetahui bahawa kita SEMUA ini ialah umat Rasulullah S.A.W.Jadi,tanggungjawab untuk menggerakkan dakwah itu terletak pada kita semua bukan BADAR sahaja.Dalam ayat tadi juga,kita dapat lihat bahawa Allah tidak berfirman seperti berikut .....


" Kamu adalah sebaik-baik BADAR yang............................."

atau

"Kamu adalah sebaik-baik Sufi,Nasim,Imran,Faiz Ikmal,Fikri..............................."


Jadi,secara tuntasnya,saya ingin berkata sekali lagi bahawa tanggungjawab untuk berdakwah bukan hanya terletak kepada kami sahaja tetapi kita semua iaitu umat yang terbaik,umat yang di'izzahkan oleh Allah S.W.T dengan Islam.Oleh itu,saya menyeru kepada semua rakan-rakan supaya marilah kita bersatu-padu membentuk sebuah umat yang kuat yang mana pernah terbentuk suatu ketika dulu ketika zaman kegemilangan Islam untuk sama-sama kita menggerakkan kembali dakwah Islamiah.Sesungguhnya, Allah telah berfirman dalam Al-Quran :

"Berpegang teguhlah kamu terhadap tali Allah (Islam) dan janganlah kamu berpecah-belah"

"Allah mencintakan mereka yang berperang dalam keadaan teratur,mereka diibaratkan sebagai sebuah bangunan yang begitu kukuh"

Akhir kalam,bersatu-padulah Umat Rasulullah S.A.W!!!!!Seandainya kita bole bersatu dalam sukan ragbi,seandainya kita boleh bersatu dalam memperjuangkan rumah sukan kita,seandainya kita boleh bersatu dalam memperjuangkan nama sekolah kita,...mengapa tidak kita bersatu untuk memperjuangkan dakwah Rasulullah S.A.W,memperjuangkan Islam agama kita????!!!!.....sama-samalah kita mengubah paradigma kia........

............................................................SHIFT YOUR PARADIGM.........................................................


Ahmad Noor Fikri Bin Zainol,
Pengerusi,
Badan Dakwah dan Rohani,
SBP Integrasi Rawang

Ahad, Februari 07, 2010

SALAM...

Masih segar dalam ingatan saya pada peristiwa di sepintar pada malam kultim yang dianjurkan oleh pihak badar tahun lalu apabila nama seorang pelajar tingkatan 3 dipilih untuk memberi tazkirah. Dengan malu dan segan saudara Muezuddin bingkas bangun dari tempat duduknya cuba mencari idea tazkirah yang ingin disampaikan. Lantas dengan bakat terpendam dan perasaan semangat kesumat yang dikurniakan oleh Allah, tazkirah yang bagitu menarik dapat disampaikan kepada semua rakan-rakan sepintar yang disahut dengan gelak tawa disebabkan gaya ‘cited’nya di depan semua pelajar. Tajuk yang diulasnya ialah kepentingan mengulama’kan professional dan memprofessionalkan ulama’.

Lantas terdetik pula ketika pengertian Manhaj Malizie didengungkan dalam bengkel seminar Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) suatu ketika dahulu, dalam tempoh itu juga kedengaran seruan ke arah mengintelaktualkan ulama’ dan mengulama’kan intelektual.
Proses itu berjalan lancar, kekal dengan ramuan tradisi keilmuan yang ranum sehinggalah mewujudkan kalangan agamawan yang fasih dengan fahaman-fahaman Barat dan kelompok ilmuan universiti yang mampu menghadam kitab kitab yang selama ini ditekuni di pondok-pondok.

Namun kalimat ‘mengulama’kan artis dan mengartiskan ulama’’ yang muncul sejurus kemudiannya bukanlah suatu seruan agar agamawan itu terjun ke pentas dunia lakonan semuanya.

Mereka mungkin boleh menjadi pengarah, sutradara kepada sesebuah karya, menulis skrip filem dan drama, mengarang babak dan episod, menyusun adegan demi adegan.
Zaman-zaman mengkritik lakonan leleki merangkul wanita atas nama mereka itu suami isteri mungkinkah akan berakhir? Kritik ini sudah lama kedengaran. Alasan yang kerap didengar adalah, “sudah begitu kehendak pengarah…”

Novelis, sutradara Habiburrahman El-Shirazy, mesra dikenali sebagai Kang Abik turut mengeluh hal yang sama apabila karya beliau’ Ayat-ayat Cinta diangkat sebagai filem. Pernah beliau ditemu bual ketika beliau dijadualkan terbang ke Mesir untuk menjalani pembikinan filem Ketika Cinta Bertasbih.
“Ada banyak adegan yang dipotong dan ada pula yang ditokok tambah,”katanya ketika mengulas karyanya yang pertama itu.
“Tapi,” tambah beliau, “Harus juga bersyukur kerana ada juga sutradara yang mahu mengangkatnya sebagai sebuah filem.”
Berangkat daripada kekesalan itu, beliau bersama karyawan lain telah mengadakan program realiti tv untuk mencungkil bakat-bakat baru yang boleh menjiwai peranan dalam filemnya yang kedua itu. Akhirnya, beberapa pelakon baru yang mirip kepada watak-watak yang dilukiskan beliau dalam novel telah berjaya didapati .
Lantas proses pembikinan filem pun bermula dengan beliau sendiri mengarahkannya dan turut berlakon dalam karya beliau itu. Sama ada Kang Abik boleh diangkat sebagai model kepada seruan ‘mengulama’kan artis dan mengartiskan ulama’, hal itu boleh dibincangkan kemudian.
Sebagai termaklum, dakwah Wali Songo di Tanah Jawa barmula dengan seni persembahan wayang kulit. Di Tanah Melayu, ketika zaman Tok Kenali sedang berjuang dalam medan penulisan lewat majalah ‘Pengasuh’, seorang tokoh ulama’ yang tidak boleh kita lepas pandangan ialah Tok Solehong yang dikatakan gemar kepada bunyi-bunyian.
Pada zaman pergolakan Kaum Muda dan Kaum Tua itu, Tok Solehong turut ditegur kerana manjadikan bunyi-bunyian sebagai alat beliau berdamping dengan rakyat sambil berdakwah. Tok Kenali berdiam diri ke atas sikap sahabatnya apabila ada rungutan-rungutan orang ramai terhadap hal tersebut.
Mungkinkah antara kedua-dua tokoh ini sudah terjalin persefahaman lalu mereka berjuang mengikut kaedah masing-masing?
Namun dapat disimpulkan sikap berdiam diri Tok Kenali ke atas peribadi Tok Solehong itu membuktikan bahawa tidak menjadi masalah besar bagi seseorang ilmuwan agama untuk berdampingan dengan alat-alat hiburan. Apatah lagi, jika hal itu ada kaitan dengan maslahat membawa ajaran agama ke dalam jiwa masyarakatnya.
Apakah yang boleh diusahakan supaya pelajar-pelajar agama didedahkan dengan kursus penulisan skrip drama, filem, radio, didedahkan untuk menjadi penyampai radio, pengacara, didedahkan dengan bidang pengarahan secara sistematik dalam kurikulum pengajian di universiti?
Apabila semakin ramai dan bertambahnya pelajar aliran agama dalam bidang ini, barangkali pada suatu ketika nanti, akan lahir bermacam juga persoalan yang boleh dibangkitkan melalui karya-karya dan drama arahan mereka.
Kadangkala, rasa sakit jiwa juga apabila asyik menonton televisyen mutakhir ini. Kerap kita diganggu dengan pertanyaan dalam iklan peraduan karya berjudul ‘Milik Siapa Hati Ini’ yang memujuk khlayak menjawab soalan-soalan seperti “Milik siapakah HIDUNG ini?”, ”Milik siapakah TUDUNG ini?”, Milik siapakah MATA ini?”, dan ”Milik siapakah TELINGA ini?”…
Kalau kita boleh jawab tentu boleh dapat kereta, tiket percuma dan apa-apa sajalah. Jika kita tidak sakit jiwa dengan pertanyaan ini, mungkin kita boleh pengsan atau terus koma mendengarkan pertanyaan sebegini.
Demikianlah keadaannya apabila seruan ‘mengulama’kan artis dan mengartiskan ulama’’ tidak berjalan. Umat Islam menjadi terleka , tidak peka, dan rakyat pun kurang memeriksa keadaan.
Kalau intelektual dan agamawan reformis, yang bikin drama, filem, soalannya bukan begitu. Mungkin soalan peraduan berbunyi , “Berapa harga enjin pesawat F-5E?”, “Berapakah harga sebutir bom C4?”, “Berapakah kos pembelian kapal selam?”, “Bilakah tulisan Al-Quran mula dibariskan dan siapakah tokohnya?”, “Siapakah khalifah keenam kerajaan Bani Umaiyah?”, dan “Berapa komisen untuk langgan model Monggolia?” Hal ini secara tidak langsung melahirkan masyarakat islamik berdaya maju sama kompetitif dengan masyarakat Barat…Wallahua’la waa’lam…
Sumber: Harakah

Selasa, Februari 02, 2010

Remaja Oh, remaja...

           SALAM...

                 Alam remaja tak lekang cabaran. Daya inkuiri yang tinggi untuk mencuba sesuatu yang baru amat ketara. Perasaan dan keinginan bergelora hebat. Ia suatu tempoh transisi menuju dewasa. Rakan sebaya biasanya sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang remaja dalam tempoh ini.




Seringkali setiap remaja keliru untuk berhadapan dengan segala sesuatu. Sukar untuk menentukan bagaimanakah sepatutnya perasaan, konsep dan penilaian sebenar terhadap masalah-masalah, terhadap peristiwa-peristiwa dan juga terhadap individu manusia pada keseluruhannya.


Firman Allah S.W.T. ;

وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
" Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamu orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman. "

(Surah Ali 'Imran: ayat 139)


              Rasa mulia dan tinggi dengan iman, suatu perasaan yang sungguh memotivasikan hidup. Perasaan ini akan menjadikan hidup lebih terarah dalam menghadapi setiap realiti, kemungkinan dan nilaian manusia. Muslim beriman akan memegang Iman dan nilainya mengatasi segala bentuk nilai yang datang dari sumber yang lain. Sungguh hebat perasaan ini mempengaruhi hidup seseorang yang yakin dengannya.



Begitulah remaja beriman takkan mudah goyah dengan nilaian kawan-kawan. Tetap teguh pendirian apabila kawan-kawannya mengejek lekeh jika tidak merokok. Atau memandang tak laku jika belum berpunya. Dia tak mudah melatah apabila dianggap ’skema’. Imannya menjadi perisai apabila diajak berfoya-foya.



Hebat sekali kuasa iman. Rasa mulia dengan iman ini suatu perasaan yang perlu ditanam dan disuburkan hinggalah ianya tidak menjadi suatu perasaan yang hangat-hangat tahi ayam sahaja. Perasaan agung itu mestilah berdasarkan kebenaran Allah yang Maha Hidup dan tidak mengenal mati. Kebenaran yang tetap hidup walaupun dicabar oleh kekuatan, oleh konsep dan realiti yang sering berlegar dalam kehidupan seharian remaja.



Contohnya, remaja beriman akan tegas berkata,
"Saya takkan menjadi robot yang hanya terpacak di hadapan tv, diikat hidung oleh media yang sering menghidangkan hiburan.”

Kebanyakan remaja hari ini terdedah dengan arus globalisasi hingga mempunyai cara berfikir sendiri yang sangat berpengaruh sesama mereka. Persekitaran dan didikan juga menyebabkan mereka mempunyai nilai-nilai yang sukar untuk ditentang; nilai yang menekan rakan sebayanya untuk turut terikat dengannya.


”Tak keluar dating? Apa kuno sangat kamu ni? Ni bukan zaman nenek moyang dulu.”

Inilah hanyalah salah satu contoh pemikiran remaja kita.



Cara berfikir, dan nilai itu menekan remaja lain yang tidak mempunyai persediaan yang kukuh. Begitu juga setiap konsep yang membelenggu cara berfikir remaja hari ini memang mempunyai ikatan yang kukuh dan kuat, yang sukar dikikis jika tidak dihadapi dengan suatu konsep yang kebal yang diceduk dari Allah S.W.T. Setiap remaja yang menentang arus, yang menentang cara berfikir remaja lain, menentang nilai hidup mereka dan sebagainya, tentu akan merasa tersisih dan bersedih hati, jika tidak berpegang kepada dahan yang lebih kukuh dari manusia itu sendiri.


Allah S.W.T. pasti tidak membiarkan orang-orang yang beriman keseorangan menghadapi tekanan, kesepian menanggung beban yang berat itu. Oleh kerana itu, sungguh indah (Surah Ali 'Imran: ayat 139) memujuk setiap orang beriman. Sesungguhnya orang yang beriman itulah orang yang paling tinggi darjat tempat pergantungannya.

Kenapa nilai remaja lain perlu lebih berpengaruh dalam hidup kita berbanding nilaian Allah yang menciptakan kita semua?
Fikir-fikirkanlah.

Contohilah keberanian Rabi’ bin Amir dalam menyatakan imannya di hadapan Rustam menjelang perang Qodisiyyah.

"Allah telah mengutuskan kami untuk mengeluarkan sesiapa sahaja yang dikehendaki-Nya daripada pengabdian terhadap hamba kepada pengabdian kepada Allah s.w.t., dari kesempitan dunia kepada keselesaan hidup dunia dan akhirat, juga dari kezaliman agama-agama lain kepada keadilan Islam. "


Wahai remaja beriman, kita belum lagi diuji berhadapan kuasa kafir sebagaimana Rabi’ bin Amir berhadapan Rustam, kita baru diuji berhadapan dengan suara-suara rakan sebaya. Kenapa perlu gentar menyatakan iman kita terhadap mereka bagi menolak segala ajakan dan dakwaan yang tidak sihat? Jangan mudah mengalah. Rasa mulia dan tinggilah dengan iman.



Dipetik dari ILuvIslam.com.. Untuk renungan kita bersama.

Ahad, Januari 24, 2010

salah saya semuanya..

assalamualaikum.. nampaknya hampir bersawang blog ni tak ada post baru.. alhamdulillah ana diberi kesempatan oleh Allah untuk ke sekolah semula pada Jumaat lepas dan kami diberi kepercayaan(Murtadha, Faiz Ikmal, Haiqal, Imran, Hazeem, Abrar) utk memberi pengisian mengenai isu2 semasa kpada pelajar2 ting. 5 pada tamrin ting. 5. alhamdulillah penyampaian yang diberikan oleh Murtadha dan Hazeem saya kira mampan dan jitu. tapi saya pelik, mereka masih boleh mengantuk, walhal isu yang dibincangkan bukan isu kecil,memandangkan mereka pun sudah semakin meningkat usia..

kami berangkat ke masjid setelah selesai kewajipan tadi. kami sempat melihat suasana pelajar2 junior kami, ragam2 kehidupan di asrama. cuma di mata saya, saya ternampak disiplin yang semakin kurang. mungkin cuma perasaan saya..

skip teruslah, esoknya Hanif, bekas K.U tahun lepas singgah dari DQ. kami berborak2 dan mengambil tahu perkembangan hidup masing2. terlintas di benak saya, satu persoalan yang diajukan kepada saya,"anta rasa berkesankah tamrin2 ni?"
ana jawab teguh,"tak.." itu cuma pendapat seorang jahil..

lantas hanif bersetuju.. "tapi itu sahaja yang termampu sekolah lakukan.. terpulang kepada fasi2 dan pelajar itu sendiri.." tambahnya.

lantas saya teringat peristiwa Hasan Al-Basri yang pada suatu hari, ketika berjalan2, beliau terdengar satu majlis ilmu. beliau lantas menyertai. setelah usai majlis, beliau berjumpa dengan syeikh tersebut dan mengatakan,"saya tidak merasakan apa2 sebentar tadi. samada hati saya yang kotor atau hati tuan yang bermasalah."

berbalik kepada cerita, kami sempat berjalan2 dan meninjau keadaan sekolah. apa yang saya lihat, apa yang saya rasa, biah makin hilang, tudung makin singkat, disiplin makin teruk,dan macam2 masalah lagi... betulkah saya berpijak di bumi sepintar?di sebalik wajah baru masjid Al-Qadisiah yang bercat coklat, berkumpul di dalamnya sekumpulan muslim yang semakin hilang mulianya..seperti yang pernah dikatakan oleh saidina Umar,"kita adalah kaum yg dimuliakan Allah dengan Islam.." tanpa sinar Islam, hilanglah kemuliaan kita..

justeru, timbul rasa bersalah dalam hati saya. mungkin kami, badar2 lama yang melakukan kesilapan tanpa disedari. lantas yang menanggung kesusahan ini ialah badar2 baru.. astaghfirullah.. betapa berdosanya saya kerana tidak menjalankan tugas dengan penuh amanah... hasilnya yang sekarang inilah..ana tak tahu apa lagi yang perlu dilakukan untuk mempertahankan bi'ah di sana. semakin hilang sinar Islamnya. semakin dibuang Islam dari junjungnya. ana hanya mampu berdoa agar Islam sentiasa dijunjung di sana!